Intip 3 Teknologi Ajaib Masa Lampau Ini, Salah Satunya Milik Peradaban Islam - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Sabtu, 29 Juli 2017

Intip 3 Teknologi Ajaib Masa Lampau Ini, Salah Satunya Milik Peradaban Islam

Bumi yang kita huni ini tidak diam di tempatnya tetapi bergerak di lintasan atau garis edarnya mengelilingi sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri yang dikenal sebagai matahari, karena pergerakan bumi mengelilingi matahari tersebut selama satu periode maka kita mengenal satu periode menjadi 1 tahun (365 hari).

Tahun berganti tahun, pergantian masa silih bergati, era yang lama berganti era baru.

Peradaban muncul dan tenggelam, manusia membangun kehidupannya dari teknologi yang paling primitif menjadi teknologi canggih. 

Urutannya jika diuraikan menjadi tiga zaman,
- Manusia purba yang hidup berpindah-pindah (nomaden), 
- Manusuia sudah bercocok tanam (era pertanian), 
- Era industri, dan sekarang ini kita hidup di - Era teknologi dan informasi.

Kita, masyarakat yang hidup di abad ini, di era teknologi dan informasi inilah segala bentuk  kemajuan sudah tercipta.

Di bidang transportasi saja manusia telah berhasil membangun kereta super cepat Jepang yang memanfaatkan teknologi magnetik untuk rodanya, dan baru-baru ini sebuah perusahaan otomotif asal Slovakia bernama AeroMobil telah mengeluarkan kendaraan yang sangat revolusioner berupa mobil yang tidak hanya bisa melaju di jalan darat namun juga mampu terbang menembus kemacetan jalan raya.
mobilterbang
source: www.aeromobil.com
Dari sederet kemajuan itu lantas kita merasa paling maju, benarkah? 

Mungkin iya, tetapi ada potongan-potongan dari kehidupan masa lampau yang sepertinya mustahil ada di zamannya tetapi toh bukti-bukti nyata berupa temuan fisik menunjukkan bahwa itu benar-benar ada. 

Dari penemuan fisik itu membuktikan teknologi masa lampau tidak kalah majunya dengan teknologi saat ini, sebagian ada yang telah mampu dipecahkan oleh ahli sebagian masih menjadi misteri sampai hari ini, diantara teknologi masa lalu yang menarik untuk dibahas berikut ini:

1. Baterai Baghdad (Baghdad battery)

Dinamakan Baterai Baghdad karena benda ini ditemukan di sebuah makan kuno di sebuah desa bernama Khujat, letaknya berada di selatan kota Baghdad, Irak. 

Melalui penggalian arkeolog, mereka menemukan sebuah benda yang sebenarnya lebih mirip guci, tingginya sekitar 13 cm, sehingga benda tersebut hanya terpajang di meseum Baghdad selama 2 tahun.

Hingga suatu ketika di tahun 1938 seorang akeolog berkebangsaan Jerman bernama Wilhelm Koenig menyadari keanehan pada benda itu, seperti adanya pipa tembaga yang menjulang di tengah-tengah yang tidak lazim ada pada sebuah guci, dan semacam  sisa cairan cuka. 

Penelitian lebih lanjut pun dilakukan dengan menambahkan cairan elektrolit kedalamnya dan terbukti baterai yang semula hanya dianggap guci biasa itu mampu menciptakan tegangan listrik sebesar 1,5 sampai 2 voltase.

baterai baghdad
baterai baghdad
source: www.kannada.gizbot.com
Temuan ini membuktikan bahwa bangsa Mesopotamia (Irak kuno) di masa Sassania telah mengenal energi listrik dan memanfaatkan untuk kehidupan mereka. 

Sedangkan baterai di masa kini baru ditemukan oleh Alessando Volta di tahun 1800, itu artinya bangsa Mesopotamia dengan kebudayaan Phartian-nya yang berkembang sekitar tahun 250-240 SM jauh mendahului kemajuan kita?

2. Garis-Garis Nasca (Nazca Lines)

Garis-garis Nasca merupakan serangkaian karya geoglif yang terbentang di gurun Nechura daerah Nasca, Peru. 

Geoglif adalah garis-garis yang terhampar di muka bumi yang dibuat dengan mencungkil batuan maupun tanah untuk menciptakan suatu bentuk datar, garis-garis tersebut membentuk gambar-gambar atau simbol-simbol tertentu. (National Geografic Indonesia) 

Terdapat beraneka ragam bentuk yang dihasilkan oleh garis-garis itu seperti gambar monyet, burung, pohon, ikan, dan sebagainya.

source: www.wajibbaca.com
Tentunya manusia modern saat ini bertanya-tanya bagaimana gambar-gambar sebesar itu bisa tercipta di suatu gurun yang sangat tandus? 

Para ahli keheranan dan sejak dulu menelitinya, akhirnya muncul banyak teori. 

Perbedaan teori mereka didasari oleh metodologi yang mereka pakai sebagai dasar penelitian mereka, misalnya para penganut teori Alien Kuno menganggap garis-garis Nasca dulunya adalah landasan pacu pesawat alien sebelum penduduk di bumi mengenal teknologi, alasannya simbol-simbol Nasca baru bisa terlihat dengan jelas di ketinggian atau dengan melihatnya dari angkasa, zaman dahulu belum ada pesawat atau benda terbang yang mampu dihasilkan oleh teknologi manusia.

Pendapat yang paling mungkin diterima oleh sebagian besar ahli datang dari John Reinhard, beliau menyatakan bahwa garis-garis Nasca sangat erat kaitannya dengan air, termasuk di dalamnya kebutuhan jiwa akan ritual dan pemujaan untuk memohon ketersediaan air yang cukup untuk menunjang kehidupan masyarakat suku Nasca, yang mana kita tahu bahwa kebudayaan Nasca berkembang di sebuah gurun tandus. 

Pendapat ini diperkuat oleh Rosa Lasaporana seorang peneliti senior di National Research Council yang berkdudukan di Roma, Rosa dan tim risetnya memanfaatkan citra satelit kemudian mendapati struktur saluran air yang canggih di sekitar garis-garis Nasca itu.

“Mereka bisa menggunakan air bawah tanah untuk membuat irigasi, dan terowongan air, untuk kegiatan bertani dan hal ini memungkinkan para Nasca untuk mengubah gurun menjadi taman”. Ujar Rosa Lasaporana (dikutip dari www.vice.com

Saking fenomenalnya tempat ini, Organisasi sekelas GreenPeace baru-baru ini membuat sensasi demi menarik perhatian dunia dengan mencoreti situs Garis Nasca dengan kalimat yang sebenarnya bertujuan baik tetapi masyrakat Peru tidak bisa menerima warisan kebudayaan mereka dicoreti seperti itu, tulisan yang menjadi kontroversi itu berbumyi ‘Time For Change! The Future Is Renewable’ GreenPeace. Disusul protes keras masyarakat Peru, segera organisasi itu meminta maaf secara resmi.

3.    Pedang Damaskus (Damascus Sword) di Tangan Sultan Salahuddin

Tahun 1192.  Raja Richard yang Berhati Singa(Lion Heart), raja Inggris yang memimpin tentara Kristen dalam  Perang Salib III, bertemu dengan musuh bebuyutannya, pemimpin muslim Salahuddin  al-Ayyubi. 
Kedua pemimpin ini saling menghormati. Kedua pemimpin yang kemudian  menjadi legenda itu, memamerkan senjata masing-masing. Richard mengeluarkan  pedang lebar mengkilap buatan pandai besi terbaik Kepulauan Inggris. Salahuddin  menghunus pedang kesayangannya. Pedang lengkung buatan pandai besi di Damaskus yang  tidak mengkilap. Kemudian Richard memapas sebuah kotak dari besi hingga putus dan Shallahudin Al Ayubi kemudian melepaskan kain sutra halus hingga terbang dan jatuh di permukaan Pedang Lengkung Damaskus dan kemudian sutra tersebut putus karena sangat tajamnya pedang. Cuplikan novel sejarah The Talisman karya Sir Walter Scott (1825)

Walter Scott seorang novelis berkebangsaan Skotlandia merekam dengan sangat jelas adegan yang memperlihatkan keunggulan pedang yang ada di tangan pemimpin pasukan Muslim kala itu di medan Perang Salib III dibandingkan pedang yang digenggam oleh rivalnya Raja Richard. 

Pedang yang desain luarnya sederhana namun punya kualitas jauh lebih baik, banyak bertebaran legenda akan nilai pedang ini selama berlaangsungnya Perang Salib III dan menjadi salah satu penentu kemenangan pasukan Islam melawan pasukan Salib Eropa. 
Di masa moderen ini pedang Damaskus itu tidak dipakai lagi dalam peperangan, pedang yang melegenda itu tersimpan rapi di beberapa museum dunia, hanya penelitian yang tanpa henti berusaha menyibak misteri yang ada pada pedang itu. 

Adalah Peter Paufler, peneliti dari Technisce Universitat Dresden Jerman berani membuat pernyataan bahwa pedang yang paling tajam di dunia yang pernah dihasilkan oleh peradaban manusia adalah pedang Damaskus, mengalahkan pedang Katana dari Jepang, atau pedang Excalibur milik King Arthur yang lebih seperti mitos. 

Dia mendapati kandungan nano karbon (CNT) yang ada pada pedang Damaskus, sedangkan baja yang digunakan adalah baja yang diimport dari India yang tidak lagi tersedia sekarang.

Para ahli berusaha menciptakan pedang yang kualitasnya sama dengan pedang Damaskus, pandai besi terbaik dikumpulkan, ditambah penggunanaan teknologi metalurgi paling moderen sekalipun. Nihil, mereka tidak mampu menduplikasi 100% pedang itu.

(Metalurgi Adalah ilmu dan teknologi yang mengkaji pemerolehan dan pengolahan logam, mencakup tahap-tahap pengolahan biji, pemerolehan serta ekstraksi, sampai pengolahan logam untuk menyesuaikan sifat-sifat dan perilakunya untuk pembuatan produk rekayasa tertentu) http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-metalurgi

Peradaban Islam pernah begitu tinggi dan menggeliat, namun teknologi tinggi masa lampau yang ada pada pedang itu tetap menjadi misteri, terkubur dalam kesunyian bersama Sultannya. Salahuddin Al Ayyubi, pahlawan Islam era Perang Salib.
gambar ilustrasi: www.bombastis.com

Catatan penulis:
Artikel ini pernah diajukan ke uc we-Media untuk di-publish, tetapi ditolak karena belum memenuhi syarat penulisan yang baku. Setelah proses editing ulang sana-sini, pengajuan kembali tidak dilakukan lagi demi memperkaya website ini, berikut saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan untuk lebih menyempurnakan artikel lg artikel ini, Silahkan tinggalkan komentar Anda.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad