Begini Cara Keji Myanmar Cegah Muslim Rohingya Kembali ke Rakhine - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Kamis, 07 September 2017

Begini Cara Keji Myanmar Cegah Muslim Rohingya Kembali ke Rakhine

Myanmar saat ini sudah menerapkan ide-ide gila dalam apa yang disebut oleh komunitas internasional sebagai bagian dari Genocide atas warga etnis Muslim Rohingya.

Setelah mendapatkan bukti-bukti otentik melalui foto-foto dan informan di lapangan. Pemerintah Bangladesh di Dakha pada hari rabu (6/09/2017) telah memanggil duta besar Myanmar untuk memprotes tindakan aparat keamanan Myanmar menanam ranjau darat di wilayah perbatasan kedua negara.

Shahidul Haque yang menjabat sebagai menteri luar negeri Bangladesh telah mengkonfirmasikan bahwa pemerintahnya sudah melayangkan nota protes terkait masalah tersebut ke pemerintah Myanmar.

Sementara itu Reuters memberikan laporannya yang diambil dari sumber terpercaya di Pemerintahan Bangladesh. Bahwa Myammar menanamkan ranjau darat di wilayah perbatasan Bangladesh-Myanmar agar Muslim Rohingya yang menjadi pelarian ke Bangladesh tidak kembali lagi ke desa-desa mereka di Rakhine (Negara Bagian Myanmar).

“Mereka (Myanmar) menaruh ranjau darat di wilayah mereka di sepanjang kawat berduri, di antara serangkaian pilar perbatasan.”  Kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Reuters.

“Pasukan kami melihat 3 sampai 4 kelompok yang bekerja di dekat pagar kawat berduri memasukkan sesuatu ke dalam tanah, kemudian informan kami mengkonfirmasikan bahwa itu adalah ranjau darat.”

Tambahan informasi penting diperoleh dari seorang petugas penjaga perbatasan Bangladesh bernama Manzurul Hassan Khan yang melaporkan kepada Reuters bahwa pada hari Selasa (5/09/2017) telah terdengar dua ledakan keras di wilayah Myanmar di sekitar perbatasan, bahkan sehari sebelumnya ledakan serupa juga terjadi mengakibatkan anak-anak Rohingya mengalami luka-luka.


Ribuan pengungsi Rohingya berjalan dengan bekal seadanya menelusuri perbatasan Myanmar-Bangladesh
Souce: Reuters

Di dalam negeri Myanmar, menteri urusan Perbatasan negara tersebut, Phone Thin saat ditemui reporter Aljazeera menyangkal berita ini “Kami tidak melakukan seperti yang diberitakan.” Sanggahnya.

Artikel terkait:

Tidak ada komentar:

Post Top Ad