Para Pemuda Muslim Rohingya Akhirnya Angkat Senjata - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Sabtu, 02 September 2017

Para Pemuda Muslim Rohingya Akhirnya Angkat Senjata

Sisa-sisa Muslim Rohingya yang masih bertahan di Provinsi Arakan Myanmar, terutama para pemudanya kini angkat senjata, mereka berbondong-bondong mendaftarkan diri menjadi pejuang yang akan melawan kebiadaban militer Myanmar.


Pejuang Penyelamat Rohingya

Manuver bersenjata mereka seketika mengubah peta kekuatan di medan konflik Rakhine. Muslim Rohingya yang tadinya dibasmi seperti hama, baik oleh masyarakat sipil Myanmar maupun militer negara itu. Kini bisa memberikan pukulan telak yang tak terduga. Tepat di hari Juma’at (25/8/2017) Pasukan Penyelamat Rohingya yang menamakan diri mereka Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) melancarkan serangan ke 30 pos Polisi secara serentak hanya menggunakan pisau dan bom rakitan, pihak militer Myanmar tercengang, belasan petugas keamanan Myanmar tewas.


Aisyah Bagnun –nama disamarkan (25 tahun),  adalah perempuan Rohingya yang berhasil melarikan diri ke Bangladesh mengakui suaminya telah bergabung dengan pejuang ARSA untuk mempertahankan Arakan dari serangan tentara Myanmar, dan tidak terbesit sedikitpun penyesalan di raut wajah Aisyah menyadari suaminya kini berjuang mengangkat senjata yang penuh resiko dibantai tentara Myanmar.

“Suami saya membawa kami ke sungai dan menyeberangkan kami”

Dia dan ribuan muslim rohingya lainnya lari dari kejaran tentara Myanmar melewati sungai Naf yang mimisahkan Myanmar dan Bangladesh menggunakan perahu-perahu sederhana.

Penyeberangan itu sendiri mempertaruhkan nyawa mereka ketika tiba-tiba pihak berwenang Myanmar melakukan patroli di sungai tersebut.

Lanjut Aisyah “Dia (suami saya) mengucapkan selamat tinggal, katanya, Jika kita tidak bertemu lagi di Arakan, kita bertemu di Surga.” Kenangnya

Aisyah saat sesi wawancara itu sedang berada di kamp pengungsian Kutupalong, Bangladesh, dan sedang menanti kelahiran anaknya.

Sekian lama Muslim Rohingya menjadi objek kekerasan dan pembersihan etnis (etnic cleansing), mereka kini angkat senjata. Mereka menyebut ekstrimis Budha dan militer menembak warga sipil tak bersenjata, memperkosa wanita-wanita, membunuh bayi-bayi dan membakar rumah-rumah mereka.

Seruan pejuang ARSA disambut dengan semangat mendidih pemuda-pemuda Rohingya yang sudah bosan ditindas tanpa bisa melakukan perlawanan. 

Seperti yang diakui langsung oleh tetua adat Rohingya Alamsyah (nama samaran), bahwa puluhan pemuda dari 3 desa di distiknya telah bergabung dengan pejuang ARSA.

 “Apakah mereka punya opsi lain?  Mereka lebih memilih berjuang atau mati syahid daripada dibantai seperti domba.” Tegas Alamsyah



Mereka sebenarnya menyadari kekurangan dan keterbatasan mereka, tetapi sedikitpun tidak mengendorkan semangat jihad mereka mempertahankan Arakan sampai titik darah penghabisan seperti yang diungkapkan salah seorang pemuda yang telah bergabung dengan Pejuang ARSA.

 “Ada ratusan saudara kami bersembunyi di bukit-bukit, kami telah bersumpah mempertahankan Arakan meski hanya dengan tongkat dan pisau.”

“Pemuda-pemuda kami sudah muak, mereka tumbuh menyaksikan penistaan dan penyiksaan. Kini mereka memiliki konsensus. Jika tidak melawan, mereka tidak akan mengembalikan hak kami.” Tambah seorang aktivis Rohingya.

Hadits Shahih Muslim No. 7427 Tentang Pohon Gharqad dan Kehancuran Yahudi

Sponsor Gramcaster. Cara Mudah Mendapatkan 1000 Follower Instagram/Hari dan Tingkatkan Omset Jualan di Instagram Anda Sekarang!


Di tempat terpisah, tampak dua pemuda memperlihatkan antusiasme yang tinggi saat sesi wawancara yang dikutip oleh AFP, mengatakan “Tidak ada pilihan lain bagi kami, kawan-kawan kami ada di Arakan, para remaja di desa kami telah bergabung dalam perlawanan itu, kami bersiap menyeberangi perbatasan jika ada kesempatan.”

Senada dengan mereke seorang ibu mengungkapkan bahwa dia mempunyai tiga anak yang kini berjuang di Arakan, ibu tersebut (Hapisa, nama samaran) memperlihatkan rona kebanggaan mengirim putra-putranya berjuang.

“Siapa lagi yang akan membunuhi kita tanpa perlawanan? Saya mengirim anak-anak saya untuk memperjuangkan kebebasan, saya mengorbankan mereka demi Arakan.” Seru ibu Hapisa

Ironi negara Bangladesh

Mengetahui bahwa Bangladesh sebagai negara miskin dan cukup kerepotan dengan masalah dalam negerinya sendiri, bau-baru ini mengumumkan bahwa negara itu tidak akan menerima pengungsi dari Myanmar lagi.
Pemerintah Bangladesh pernah mengumumkan bahwa Penjaga perbatasan negara itu di telah menghalau perahu pengungsi Rohingya di sungai Naf  yang akan memasuki negara mereka. 

Menanggapi hal tersebut berulang kali PBB mendesak agar para pelarian itu tidak dideportasi kembali ke negara Myanmar karena jika dideportasi sama halnya mengirim mereka ke kembali ke mulut buaya.


manusia perahu
Source: rimanews.com

Tangisan Muslimah Rohingya yang terjebak di daerah perbatasan Myanmar-Bangladesh
Source: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=123862794929680&set=pcb.123862804929679&type=3&theater 

Tidak sampai disitu, pemerintah Bangladesh dalam hal ini diwakili oleh pejabat tinggi menteri luar negerinya melakukan pertemuan dengan wakil diplomat Myanmar, untuk membahas mengenai operasi milter bersama untuk membasmi pejuang ARSA yang mereka labeli Teroris.

Harapan dari penulis


Semoga perjuangan mereka seperti perjuangan Muslim Moro (MILF) di Filipina Selatan yang awalnya mengalami banyak diskriminasi secara politik dan sosial, kini disegani pemerintah Filipina yang akhirnya melunak dan memberikan status Provinsi Otonomi Khusus wilayah Mindanao setelah melewati perang panjang dan melelahkan serta serentetan perundingan yang alot.


Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, DPR RI Desak Pengusiran Dubes Myanmar

Sponsor SyndRanker. Share Otomatis. Backlink Otomatis. Traffic Otomatis. Aplikasi Web Untuk Sindikasi RSS Secara Otomatis Ke Profil Facebook, Fanpage, Grup Facebook plus 12 Media Sosial Lainnya

Tidak ada komentar:

Post Top Ad