Kisah Nyata Bocah Katholik Islamkan Ribuan Orang - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Minggu, 15 Oktober 2017

Kisah Nyata Bocah Katholik Islamkan Ribuan Orang

Berita dunia Islam



Allah SWT akan menampakkan bukti-bukti kebenaran Islam di manapun di dunia ini, meski di tempat di mana Islam asing dan tidak dikenal.

Seperti kisah nyata yang terjadi di kota Arusha Republik Tanzania.

Bayi ajaib

Kota Arusha adalah suatu kota mayoritas penduduknya beragama Katholik, pemeluk Islam di kota ini sangat minim.

Di penghujung tahun 1993, tepatnya di bulan Desember lahir seorang bayi laki-laki dari pasangan Francis Fudinkira dan Domisia Kimaro (keduanya beragama Katholik)

Beberapa waktu setelah melahirkan, orangtua bayi tersebut akan menggelar ritual sesuai agama Katholik kepada bayi mereka seperti babtis dan lainnya.

Mereka pun membawa bayi tersebut ke gereja setempat untuk dibabtis. Namun, dari sini lah keanehan mulai terjadi.

Alangkah terkejut mereka tatkala bayi mereka mengucapkan kata-kata dalam bahasa Tanzania. 

"Mama, unisibabtize. Naamini kwa Allah, wa jumbe wake Muhammad!" (Ibu, mohon jangan membabtisku, aku beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad)

Seketika mereka menjadi gelisah, altar di depan sudah menunggu, namun seakan bermimpi bayi yang masih digendongan mereka mampu berbicara dengan jelas. 

Sejenak mereka menjauhi altar, mereka saling pandang keheranan, mereka lalu berembuk. Akhirnya mereka menuruti pesan yang mereka tangkap dari bayi mereka, lalu menghilang  dari gereja.

Di usia dua bulan, bayi tersebut tidak mau menyusui, dia selalu menangis ketika ibunya hendak menyusuinya.

Kejadian ini membuat sang ibu kwatir akan kekuarangan asupan gizi sang bayi.

Tetapi fakta berbicara lain, dokter menyatakan bahwa bayi Domisia sehat tanpa kekurangan gizi apapun.

Kejadian aneh yang membuat dikenal jutaan manusia

Bayi  normal usia bulanan adalah lumrah jika belajar dan menirukan ucapan-ucapan tertentu seperti ma atau mama, pa atau papa.


Tetapi bayi milik Domisia ketika itu sudah mampu mengucapkan kalimat dalam susunan yang sempurna.

Domisia, Francis dan para tetangga mereka dibuat heran dengan tingkah sang bayi kala mengucapkan kalimat "Fatuubu ila baari ikum faqtuluu anfusakum dzalikum khairullakum inda bari ikum fataaba alikum innahu huattawwaburrahim."

Tidak ada satupun dari mereka yang mengetahui apa yang diucapkan oleh bayi itu. Malangnya mereka menganggap sesuatu yang buruk telah menimpa bayi itu dan sedang dirasuki setan.

Karena kwatir akan bayinya Domisia dan Francis membawanya ke seorang pastor, namun tetap saja bayi mereka melafalkan kalimat-kalimat aneh yang tak mereka mengerti.

Pastor bertanya kepada bayi itu " Are you Yesus?" (Kamu Yesus?)
"No, Iam not Yesus, Iam created by God, the same God who created Yesus." Jawab bayi itu.
(Bukan, saya bukan Yesus, saya diciptakan Tuhan, Tuhan yang sama yang menciptakan Yesus)
Tidak berapa lama kemudian, cerita bayi aneh dan tindak-tanduknya menjadi buah bibir  ke seantero kota Arusha. Sampai terdengar di telinga Abu Ayyub, seorang dari sedikit penduduk yang beragama Islam di kota tersebut.

Abu Ayyub menyadari keanehan yang didengarnya, namun ia ingin memastikan dari sumbernya langsung.

Sewaktu mendatangi sosok bayi yang belum bernama itu, ia mendengar langsung si bayi masih mengucapkan kalimat-kalimat aneh dari mulutnya, terus dan terus mengulanginya.

Abu Ayyub terharu, spontan melakukan sujud syukur.

Betapa keagungan Allah ditampakkan melalui anak ini. Kalimat-kalimat yang diucapkan bayi tersebut bukan kalimat asal-asalan, bukan pula mantra-mantra setan.

Tetapi satu ayat di dalam Al Quran.

Abu Ayyub menyampaikan informasi penting ini kepada Domisia dan Francis bahwa anak mereka tidak dirasuki syetan, apa yang diulang-ulangi bayi mereka adalah surah Al Baqarah ayat 54.

Untuk meyakinkan mereka, Abu Ayyub mengambil sebuah mushaf Al Quran dan memperlihatkan kepada mereka surah Al Baqarah ayat 54 sama persis yang diucapkan bayi mereka.

Alangkah takjub keduanya, namun terjadi pergulatan batin di hati mereka antara dogma trinitas agama lama yang dianut oleh mereka dan keajaiban yang diperlihatkan oleh bayi mereka.

Syarifuddin Khalifah

Setelah yakin, Domisia dan Francis akhirnya mengucapkan 2 kalimat syahadat dan menamai bayi mereka Syarifuddin Khalifa.

Syarifuddin Khalifa tumbuh sehat dan cerdas. Di usia 1,5 tahun dia sudah mampu melaksanakan shalat 5 waktu dengan benar, di usia ini pula dia tercatat telah menghafal Al Qur'an dan Bibel.

Pada usia 5 tahun Syarifuddin Khalifa bahkan menguasai 5 bahasa : Inggris, Prancis, Swahili, dan Italia.

Sungguh sempurna mukjizat yang dititipkan oleh Yang Maha Sempurna.

Syarifuddin Khalifa Mengislamkan Ribuan Orang di Kenya

Di usia 5 tahun, Syarifuddin Khalifa telah melakukan syiar Islam ke berbagai tempat, kota-kota di Tanzania negaranya hampir semua sudah didatangi.


Di luar negeri, di negara Kenya namanya sudah jadi perbincangan umum. Pada satu kesempatan masyarakat Kenya mengundangnya datang.

Di sana, masyarakat Kenya antusias menunggu kehadirannya, benar saja, saat dia bertandang ke Kenya, lapangan tempatnya memberi tausyiah dipadati ribuan orang, baik muslim maupun non muslim.

Syarifuddin Khalifa Youtube


Begitu lancar dia membawakan tausyiah, ayat-ayat Al Qur'an secara fasih dia selipkan di antara isi ceramahnya.

Tausyiahnya mampu menggugah keyakinan orang-orang non muslim yang hadir di sana, dan orang-orang Islam menjadi lebih bertambah keimannya.

Setelah ceramah berakhir dia juga membuka sesi tanya jawab untuk berinteraksi secara langsung dengan massa yang hadir.

Orang-orang bertanya kepadanya dan semua pertanyaan dijawab dengan baik dan memuaskan.

Saat itulah ribuan orang-orang non muslim (kebanyakan Kristen) dituntun oleh syech cilik itu mengucapkan 2 kalimat syahadat, sebuah momen yang menggemparkan.

Rentetan perjalanan Dakwah Syarifuddin Khalifah di luar negeri
Antusiasme warga menyambut Syarifuddin Khalifa (foto beliau telah dewasa)


Selama di Kenya, Syarifuddin Khalifa berkotbah di  Mombasa, Malindi, dan Nairobi City. Tercatat 38.942 menerima dakwahnya dan menyatakan masuk Islam.

Tahun 1997 Syarifuddin Khalifa menunaikan ibadah haji ke Mekah atas undangan khusus Raja Fahd.

Tahun 1998 dia berkotbah di Uganda, tercatat 9781 orang masuk Islam.

Antara tahun 1998 - 1999 dia berkotbah di Rwanda, tercatat 5430 orang masuk Islam.

Di Kongo, dia berada di Provinsi Kivu selama seminggu dan mengislamkan 514 orang.

Sampai sekarang Syarifuddin Khalifa atau yang digelari The Miracle of East Africa sampai sekarang istiqamah berdakwah dari kota ke kota dan dari satu negara ke negara lainnya.

Tag :
Keajaiban islam
Ajaib
Anak ajaib
Sharifuddin Khalifa

1 komentar:

sejarah islam mengatakan...

hebat dan sangat salut bahagia sekali ada yang dapet hidayah dan bisa menyebarkan islam meskipun usia masih kecil swperti itu. Semoga islam makin jaya.

Post Top Ad