Muhammad Ali,Terungkap Fakta di Balik Islamnya Sang Legenda Tinju Dunia - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Minggu, 05 November 2017

Muhammad Ali,Terungkap Fakta di Balik Islamnya Sang Legenda Tinju Dunia

Terlahir dalam ras kulit hitam Amerika Serikat di tengah negara ini masih menganut politik rasis yang sangat kental tidak menghalangi Muhammad Ali menjelma menjadi petinju legendaris dan tokoh Islam yang dikenang sepanjang masa.

source: pondokislami.com

Selama karir bertinju profesionalnya Muhammad Ali tercatat mengoleksi 57 kemenang, 37 diataranya menang TKO. Dan hanya kalah 3 kali dan 3 kali pula dia meraih gelar juara dunia.

Muhammad Ali dilahirkan di kota Louisville, negara bagian Kentucky Amerika Serikat pada tanggal 17 Januari 1942 dengan nama babtis Cassius Marcellus Clay Jr.

Kisah Nyata Bocah Katholik Islamkan Ribuan Orang

Sang ayah (Cassius Marcellus Clay Sr.) berprofesi sebagai pelukis billboard (papan reklame) dan rambu lalu lintas. Sedangkan ibunya bernama Odessa Grady Clay hanyalah seorang puncuci pakaian.

Mengenal dunia tinju karena kehilangan sepeda BMX

sourc: nytimes.con

Muhammad Ali kecil dan olahraga tinju memiliki keunikan kisah, saat usianya masih 12 tahun dia kehilangan sepeda saat ia bermain di tempat olahraga di kota Louisville.

Muhammad Ali kecil melaporkan kehilangan sepeda yang dialaminya kepada seorang polisi. Di hadapan polisi tersebut dia mengungkapkan kemarahannya. "Akan kuhajar sampai remuk dan kupukul sampai luka parah orang yang curi sepedaku!"

Download Gratis Murattal Al Qur'an MP3 Lengkap 30 Juz (Saad Al Ghamidhi)

Petugas polisi yang bernama Joe Martin itu rupanya seorang pelatih tinju anak-anak. Dia lalu menanggapi kejengkelan Muhammad Ali dan berpesan kepadanya jika dia mau menghajar orang sampai babak belur dia harus berlatih tinju.

Di tahun 1954 saat usianya 12 tahun itulah dia mulai berlatih tinju di bawah asuhan Joe Martin, Ali sangat antusias berlatih dan menunjukkan bakat yang luar biasa di ring tinju.

Namanya mulai dikenal di dunia tinju setelah dia menjadi juara dan mempersembahkan medali emas untuk negaranya pada gelaran Olimpiade di kota Roma tahun 1960.

Berselang 4 tahun kemudian Ali (saat itu masih bernama Cassius Clay) menjadi sangat tersohor di dunia setelah mengalahkan Sonny Litson petinju yang sebelumnya sangat diunggulkan.

Fight Of Gods, Satu Lagi Game Penista Agama

Kemenangan Ali ini menjadikannya ikon kebanggaan bagi masyarakat kulit hitam Amerika dalam perjuangan hak-hak sipil Amerika, masyarakat kulit hitam saat itu mendapat perlakuan disktiminatif di segala lini kehidupan berbangsa masyarakat Amerika.

Dihukum penjara selama 3 tahun

Muhammad Ali tidak hanya keras di dalam ring, dia juga keras di kehidupan sehari-hari terutama dalam hak asasi manusia.

Ali terbiasa dengan penentangan, setelah menentang perlakuan rasis yang dialami masyarakat kulit hitam Amerika, dia juga menentang keterlibatan negaranya dalam perang Vietnam.

Kisah Pilu Seorang Ibu Tewas Melahirkan Setelah Mandul Belasan Tahun

Penentangannya diwujudkan dengan menolak ikut wajib militer yang akan mengirimnya berperang ke Vietnam. Dalam sebuah catatan terkenal dia mengungkapan "Saya tidak punya masalah dengan orang Vietcong, dan tidak ada orang Vietcong yang memanggilku dengan panggilan Nigger.

Tulisan Ali saat itu:
Kenapa mereka menyuruh saya mengenakan seragam dan meninggalkan rumah 10.000 mil jauhnya hanya untuk menjatuhkan bom dan memerangi orang-orang Vietnam yang berkulit cokelat, sedangkan orang-orang kulit hitam di kota Louisville diperlakukan layaknya anjing.

Atas tindakannya ini, pengadilan lalu menjatuhkan hukuman 5 tahun kepadanya, Komisi Tinju Amerika mencabut izin bertandingnya di seluruh wilayah negara bagian Amerika Serikat dan mencabut passportnya.

Beruntunglah hukumannya ditangguhkan saat dia telah menjalani 3 tahun masa hukuman. Saat itu gelombang protes warga Amerika terhadap keterlibatan negaranya dalam perang Vietnam semakin besar. Izin bertinjunya juga dipulihkan.

Fight of the Century

Setelah izin bertinjunya dipulihkan, adalah Oscar Bonadeva yang jadi penantang pertamanya. Muhammad Ali menunjukkan kelasnya meski 3 tahun hilang dari ring tinju, dia menang TKO atas Boneva.

Kemenangan atas Boneva menghantarkannya ke pertandiangan yg lebih berat. Kali ini sang juara dunia Joe Friezer sudah menantinya di depan mata.

Muhammad Ali mengalami kekalahan atas Frizer, dan tercatat sebagai kekalahan pertama dalam karir tinju profesionalnya. Di pertandingan kedua mereka bertemu lagi, kali ini Frizer kalah.

Tahun 1974 Muhammad Ali menghadapi Goerge Freman dengan kemenangan mutlak sehingga menyabet lagi gelar juara dunia.

Muhammad Ali menjadi muallaf dari sebuah kartun

Sebuah cerita unik Muhammad Ali datang dari pengakuan mantan istrinya Khalilah Ali atau Belinda Boyd sebelum diperistri Ali.

Khalilah menceritakan hari hari bersama Ali. Ketika mereka bertengkar dan Ali terlihat tidak bisa mengendalikan diri.

Khalilah tahu cara mengatasinya, diambilnya secarik kertas dan pena kemudian meminta Ali duduk tenang dan menuliskan alasan utamanya memeluk agama Islam.

Dalam secarik kertas tersebut Ali menuliskan pengalaman hidupnya jauh ketika dia masih bernama Cassius Clay Jr.

Cassius Clay yang masih remaja itu berjalan di kota Lousville, di tengah jalan dia melihat seorang penjual koran mengenakan jas mohair hitam, koran yang dijualnya adalah koran Nation of Islam, sebuah organisasi Islam di Amerika.

Menarik perhatian Muhamad Ali karena dia tahu Nation of Islam dipimpin oleh Elijah Muhammad. Elijah Muhammad lah yang mengenalkan organisasi ini kepadanya, organisasi yang banyak memperjuangkan Hak-hak Sipil Amerika waktu itu.

Satu eksemplar koran diraihnya, mencoba melihat-lihat isinya, matanya lalu tertuju ke sebuah gambar kartun yang lebih terlihat seperti sebuah karikatur.

Gambar itu menyajikan pemandangan miris di mata Ali. Gambar seorang tuan (pemilik budak) kulit putih menyiksa budak kulit hitamnya dan memaksanya berdoa kepada Yesus.

Dia berakhir pada satu kesimpulan bahwa Kristen adalah agama yang dipaksakan kepada budak-budak.

Kartun tersebut membuka paradigmanya bahwa agama bukan warisan dan nama Cassius Clay tidak dipilihnya. Jadi alasan apa lagi dia harus menyimpan sisa-sisa perbudakan yang menyengsarakan kaumnya.

Kalau nama dan agama tidak harus dijaganya, apa lagi yang harus diperbuat.

Muhammad Ali akhirnya memantapkan sikapnya menerima Islam, 2 kalimat syahadat diucapkannya dengan penuh keikhlasan. "Saya beriman kepada Allah dengan damai." Tulisnya.

Ketika orang-orang mewawancarainya perihal ketertarikannya kepada konsep Islam, Cassius Clay Jr. yang saat itu sudah resmi mengganti namanya menjadi Muhammad Ali, membeberkan pengakuannya.

Tragedi Rohingya. Saksi Mata: Tentara Myanmar Pancung dan Bakar Muslim Rohingya Hidup-Hidup Termasuk Anak-Anak

"Dalam hidupku, belum pernah saya menyaksikan cinta sedemikian banyak, peluk dan cium diantara orang-orang Islam, rutinitas shalat 5 waktu, adab mereka makan, dan pakaian wanitanya panjang-panjang.

Anda saling bertegur sapa dengan saudara-saudara Islam anda, dalam Islam anda punya saudara, anda punya rumah.

Saya memilih Islam karena saya tahu Islam mendekatkanku dengan hubungan persaudaraan kepada siapa saja tanpa perbedaan.

Sebagai penganut Kristen di Amerika saya tidak merasakan hal yang sama, anda tidak bisa pergi beribadah ke gereja orang-orang kulit putih.

Kami tidak mendapatkan kebaikan dan kebebasan di Amerika seperti yang saya dapatkan di negeri-negeri muslim.

Sumber : Museum sejarah Afrika Amerika

Baca juga :



Tidak ada komentar:

Post Top Ad