Ita Meiga Fitri. Katolik Taat Masuk Islam Karena Kalah Debat - ISLAM ID

ISLAM ID

Portal Berita Islam Anti Hoax

Hot

Post Top Ad

Minggu, 11 Maret 2018

Ita Meiga Fitri. Katolik Taat Masuk Islam Karena Kalah Debat

Ita Meiga Fitri dulunya adalah seorang misionaris yang telah mengkristenkan banyak orang. Dia selalu mampu mempengaruhi orang-orang untuk mau menerima Katolik, tetapi terhadap orang-orang yang kritis, justru dia menjadi bulan-bulanan atas argumentasi teologisnya.
Dan akhirnya mengubah Imannya 180 derajat.

Bagaimana ini bisa terjadi?
Ustadzah berdarah Tionghoa ini besar dan dididik dalam keluarga Katolik taat, hingga ia menyelesaikan S2 dan berprofesi sebagai advokat sekaligus mengemban tugas sebagai misionaris.
Beliau memandang negatif orang Islam dan agamanya, bahwa kebanyakan mereka bodoh dan terbelakang, tentang tata cara hidupnya yang ribet, dan banyak lagi stigma negatif yang melekat pada diri umat Islam yang dia tuduhkan.

Suatu ketika, dia bekerja di lingkungan orang-orang Islam. Hal ini membuatnya merasa tertantang untuk memurtadkan mereka.

Bangga dengan identitasnya, seringkali dia mempraktekkan tata cara nasrani di tempat itu. Misalnya ketika akan memasuki ruangan, dia selalu memperagakan signum crucis yaitu gerakan tangan membentuk tanda salib setiap akan memasuki ruangan, atau pada saat mulai makan.

Sampai seorang teman menyindirnya mengapa dia selalu mengusir lalat di wajahnya. Spontan dia marah dan beradu argumen. Orang Islam kalau kentut yang dibersihkan wajahnya, itu tidak masuk akal! balas dia.

"Kalau kamu sakit kepala dan pergi ke dokter, yang disuntik pantat, tetapi yang sembuh tetap kepala." Jawab temannya yang diiyakan dalam hati olehnya.

Begitulah. Setiap kali berdebat, argumen-argumennya mudah dikalahkan, sehingga dia merasa kurang. Banyak yang harus dia pelajari untuk mencari kelemahan orang Islam.

Dia lantas pergi ke toko buku dan mencari sesuatu yang dia pikir sumber pedoman orang Islam. A haa..sebuah Al Qur'an sudah ada di tangannya.

Merasa senang, dia bergegas pulang ke rumahnya. Di rumah, bingung sendiri.
Ada apa?
Dibukanya buku itu yang sampul depannya ada tertulis dengan hurup kapital 'AL QUR'AN'. Halaman satu, tidak ada tulisan yang dia kenal, hanya tulisan asing yang mirip tulisan alien di filem-filem fiksi Hollywood. Halaman dua, begitu juga. Halaman tiga dan seterusnya, gambar-gambar yang bisa menjelaskan makna tulisan juga tak ditemukannya barang satu pun.

*****

Keesokan harinya, masih pagi-pagi. Seorang wanita sudah berdiri di depan toko buku yang bahkan belum buka di jam itu.
Hanya satu tujuannya, menemukan mushaf Al Qur'an lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia.
Sekian lama Meiga mendalami Al Qur'an, belum ada kesalahan yang ditemukannya. 

Dia membaca Al Qur'an pada surah Al Baqarah ayat 173
إِِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَۃَ وَالدَّمَ وَ لَحْمَ الخِنزِيْرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِﷲِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْر بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ ﷲَغَفُرٌ رَّحِيْمَ
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah."

Tibalah dia menyandingkannya dengan Alkitab yang biasa dia baca.

Dia membuka Imamat 11 : 7-8 

"Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; Haram itu bagimu.
Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; Haram semuanya itu bagimu."

Dia mendapati kesamaan dua ayat dari dua agama tersebut, tetapi dia menyadari bahwa umat Islam lah yang mengamalkan ayat itu, bukan umat Kristen.

Adapun babi hutan yang tertulis di Imamat, bukan menjadi alasan babi peliharaan bisa dimakan, toh babi tetaplah babi, dipelihara atau liar tetaplah binatang yang berkuku belah. Dan merujuk kembali ke Alkitab yang dia pahami. Persolan antara babi dan babi hutan di Imamat, hanyalah perubahan yang dibuat kalangan otoritas Gereja. Dia tahu betul dulunya di Imamat yang diterbitkan sebelum tahun 1996 yang tertulis haram adalah babi tanpa tambahan babi hutan, artinya pengharaman babi secara umum.

Kenapa hal itu berubah? Apa hak manusia mengubah  firman Tuhan?

Sedangkan pada Al Qur'an, persoalan babi apa pun jenisnya sudah permanen haram. Tidak pernah orang Islam mengubahnya sejak dulu.

Pikirannya mulai terbuka, dia mulai berpikir kritis, tidak mau lagi menelan mentah-mentah dogma-dogma iman. Dia harus mempelajari banyak hal dalam agama Katolik maupun Islam.

Dalam persoalan lain yang berkaitan dengan pakaian. Dia membuka Korintius 11:5

"Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya."

"Apakah pantas seorang wanita berdoa tanpa memakai tudung?" Pikirnya

Tetapi kebanyakan wanita Kristen mengabaikan persoalan ini, tudung hanya dipakai oleh suster atau biarawati. Apakah hanya suster atau biarawati yang berdoa di hadapan Tuhan? Justru wanita-wanita muslim yang mengamalkan perintah ini melihat mereka mengenakan jilbab dalam shalat maupun dalam keseharian mereka.

Dia lalu mencari-cari alasan kenapa wanita muslim memakai jilbab, kira-kira apa pedoman mereka. Didapatinya sebuah ayat dalam Al Qur'an yang menerangkan masalah ini, Al Qur'an surah Al Ahzab ayat 59
يٰٓاَ يُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ و نِسَآءِالْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْنِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰیٓ اَنْ يُعْرَفْنَ فَلَايُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ        
ﷲُغَفُوْرًارَّحِيْمًا
"Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin. "Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Lebih jauh dia meneliti masalah sunat (khitan/circucisio) yang banyak tertulis dalam Injil. Bahwa Yesus juga disunat seperti yang tertulis dalam Lukas 2:21

"Dan ketika genap 8 hari dan ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya."

Dan secara tegas perintah sunat diwajibkan pada injil

Kejadian bab 17 ayat 9-11
"Lagi firman Allah kepada Abraham "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjianKu, engkau dan keturunanmu turun temurun."
"Inilah perjanjianKu, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki diantara kamu harus disunat."
"Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah perjanjian antara Aku dan kamu."

Sedangkan dalam Islam, perintah sunat ada dalam hadits ini
Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alihi Wasallam "Barangsiapa masuk Islam, maka berkhitanlah, sekalipun sudah dewasa."

Bagi Ita, perintah sunat lebih banyak dan lebih tegas di dalam injil. Tetapi pada kenyataannya umat Islam lah yang melaksanakan perintah ini, mereka menjadikan perintah tersebut wajib. Sedangkan bagi umat Kristen perintah ini juga banyak diabaikan bahkan oleh para pendeta sekalipun.

Meiga makin bingung. Dia harus menemui orang yang lebih faham Alkitab daripada dia. Dia teringat sosok pastor yang berasal dari Wamena, Papua.  Ditemuinya pastor tersebut di sebuah gereja dan sang pastor hanya memberikan jawaban enteng.

"Segala persoalan itu ada dalam perjanjian lama (hukum Taurat), kita saat ini hidup dalam perjanjian baru."

Meiga lalu mengingat Matius bab 5 ayat 18

"Karena Aku berkata kepadamu: Selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi."

Dia menjadi lebih berani menantang sang pastor untuk membuktikan bahwa Yesus sebenarnya Muslim, setidaknya menurut pengertiannya. Meiga punya bukti-buktinya sebagaimana yang dia temukan pada Injil Markus bab 14 ayat 35:

"Ia maju sedikit, merbahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin saat itu lalu daripadanya."

Meiga yakin ayat tersebut adalah salah satu bukti bahwa apa yang disangkakan kepada Yesus benar.

Sampai pada saat itu, Meiga merasa tidak bisa lagi mempertahankan iman Katoliknya. Dua kalimat syahadat diucapkannya dengan mantap.

Dia lalu belajar agama Islam di pondok pesantren (pp) Al Hawaariyyun di Jogyakarta. Di tempat ini, Ilmu tauhidnya semakin mantap. Siap mendakwahkan Islam secara ikhlas lahir batin.

Pilihan Meiga menjadi muallaf bukan tanpa halangan, keluarganya lah yang paling keras menentangnya. Ibunya sangat marah, menyangka anaknya terpengaruh ajaran radikal. Anaknya protes, menyesalkan ibu yang membesarkannya berpindah keyakinan ke agama yang jahat, suka membom gereja, bahkan suka menikahi anak di bawah umur, mereka semua orang Islam.

Meiga mencoba menenangkan anaknya, memberinya pemahaman yang baik tentang Islam. Meiga mengatakan bahwa orang Islam memang ada yang berbuat kejahatan seperti itu. Tetapi baginya wajar, kejahatan ada di setiap masyarakat. Dan kenapa di Indonesia pelaku kejahatan kebanyakan orang Islam? Karena di Indonesia masyarakatnya mayoritas Islam.

Kemuadian dia memberikan gambaran besar, bahwa di luar negeri, negara semisal mexico, gembong narkotika di negara itu semua orang Katolik. Bukan orang Islam. Di Filipina, orang-orang miskin dan bodoh semua Katolik, bukan orang Islam. Sedangkan di Thailand, para pelacur disana orang Budha dan Katolik. Bukan orang Islam.

Pernah juga anaknya memprotes orang Islam yang menanggalkan sepatu dan sandal ketika memasuki masjid tapi Meiga mampu memberinya dalil yang kuat dalam Alkitab pada Kisah Rasul-rasul bab 7 ayat 33

"Lalu firman Allah kepadanya: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, dimana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Tantangan dakwah Ustadzah Meiga juga datang dari luar, beberapa kali beliau diancam agar menghentikan dakwahnya. Tetapi dia yang telah memperoleh iman Islam, tidak gentar meski nyawa menjadi taruhannya.

Bahkan dia pernah menghuni sel lantaran kena fitnah pasal penghinaan agama. Jeruji besi memang memenjarakan fisiknya tetapi tidak jiwanya yang haus ilmu Islam sehingga dia makin leluasa mendalami syariat Islam di tempat tertutup seperti itu.


Dakwah ustadzah Meiga semakin luas. Dia makin populer di mata umat Islam. Dia selalu diundang mengisi ceramah dan pengajian.

***

Pagi itu matahari bersembunyi di balik lagit berkabut, udara terasa lain. Tak seperti biasanya. sebuah Toyota Innova melaju di atas aspal tol  Palikaci, Cirebon. Sang supir, memandu mobil itu dengan tenang, tetapi matanya yang yang sayu tak mampu menyembunyikan rasa kantuk yang menghinggapinya.

Didepannya sebuah bus Luragun Jaya dalam jarak yang terlalu dekat berjalan di jalur yang sama.

Tiba-tiba...
Prakkk
Toyota Innova berwarna silver itu menghantam bagian belakang bus Luragun Jaya, membuatnya terhempas jauh keluar dari jalanan tanpa bisa dikendalikan sang supir.

****
Polisi yang tiba di TKP beberapa saat setelah kejadian dengan cepat dapat mengidentifikasi para korban yang selamat maupun tidak selamat. Ustadzah Meiga Fitri adalah salah satu korban yang meninggal di tempat dalam posisi terjepit dalam mobil. Dia meninggal bersama anaknya yang masih berumur 4 tahun.



Selamat jalan wahai bidadari surga.

Tidak ada komentar:

Post Top Ad